Tampilkan postingan dengan label #EditorialGue. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #EditorialGue. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Februari 2014

Hati-Hati Ketagihan!!


Sudah lebih kurang dari dua bulan yang lalu, hampir semua guru yang ngajar di sekolah gue pada tanya, "Kemana kalian setelah lulus nanti?". Pertanyaannya simple emang, tapi yang ditanya itu bisa-bisa pusing tujuh keliling.

Jumat, 31 Januari 2014

Secuil Berkah bagi Para Senior


Tanggal merah nih, bro! Dalam rangka Tahun Baru Cina, atau kerennya sih disebut Tahun Baru Imlek. Yah, Gong Xi Fa Cai aja deh buat yang ngerayain. Oh iye, ada yang tau kaga artinye Gong Xi Fa Cai itu sendiri? Jujur, gue dari kecil sampe gue tampan sekarang ini, kaga ngarti apa arti dari Gong Xi Fa Cai yang sebenernya. Tapi ya, ah, sudahlah!

Minggu, 18 Agustus 2013

Sekedar Kebebasan atau Benar-benar Merdeka?

Indonesia tanah air beta,
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala,
Tetap dipuja-puja bangsa

Kemarin, tepat tanggal 17 Agustus, merupakan hari yang sangat sakral bagi negara Indonesia ini. Karena apa? Udah tau pasti dong, hari itu kan emang diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bendera negara Indonesia berkibar dengan jayanya! (sumber)
By the way, negara kita ini udah menginjak usia 68 tahun! Usia yang udah terbilang tua jika dipakai oleh manusia. Tapi, masih banyak sekali masalah-masalah yang dihadapi sama negara kita ini. Kasian juga, kan? Coba bayangkan, kakek-nenek kalian yang sudah tua masih harus bekerja sangat keras demi menghidupi anak-cucunya. Nah! Seperti itulah bayangan negara Indonesia saat ini di kepala gue.

Kamis, 15 Agustus 2013

Angpau Lebaran dan Tradisinya

Minal Aidin 'wal-Faizin bagi semua yang baca blog gue. Gue atas nama pribadi mohon maaf lahir dan batin ya, jika ada entri gue yang pernah nyakitin perasaan kalian. Mulai dari nol lagi yaa :)

Udah H+7 lebaran nih. Ketinggalan sih, tapi ga apa-apalah, daripada blog gue minggu ini kosong kayak minggu kemaren, mending gue isi ini aja, hehe...

Bagi kalian penduduk Indonesia, udah ga asing lagi dong sama yang namanya angpau lebaran. Iya, angpau yang dibagi-bagiin waktu hari lebaran Idul Fitri. Sesuai sama judulnya, gue mau bahas tentang angpau lebaran sekalian sama tradisinya di Indonesia, tentunya dengan versi gue yang garing namun kress seperti biasanya.

Contoh angpau lebaran (sumber)
Sebenarnya, angpau ini lebih mengarah ke tradisi orang-orang Cina. Di Cina, angpau merupakan sejumlah uang yang dibungkus sama kertas merah atau amplop merah yang diberikan kepada orang-orang di saat tertentu. Kalo di Indonesia, angpau, khususnya angpau lebaran, juga sama sih. Sejumlah uang yang juga dibungkus sama kertas atau amplop, tapi warnanya aja yang beda. Mungkin dari situlah, tradisi memberi uang waktu lebaran di Indonesia juga disebut tradisi memberi angpau lebaran.

Minggu, 21 Juli 2013

Review: Indonesia XI vs. Liverpool FC

Liverpool FC, siapa sih yang ga tahu tentang klub bola yang satu ini? Klub ini merupakan salah satu dari sekian klub bola yang amat terkenal di jagad persepakbolaan di seluruh dunia, khususnya di Eropa, lebih khususnya lagi di dataran Inggris. Ya, Liverpool FC merupakan salah satu klub yang berasal dari Britania Raya.

Baru-baru ini, mereka melakukan tur pra-musimnya, seperti layaknya klub-klub bola besar lainnya. Dan kali ini, tujuan mereka adalah di benua Asia dan Australia. Dan ya, Indonesia termasuk dalam daftar tujuan mereka. Mereka dijadwalkan akan bertanding dengan Indonesia XI di Gelora Bung Karno pada hari Sabtu, 20 Juli 2013 pukul 20.00 kemarin.


Skuad Liverpool FC mendarat di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pada hari Kamis, 18 Juli 2013 kemarin. Di bandara, mereka disambut oleh sejumlah supporter, wartawan, dan beberapa kalangan masyarakat lain yang ingin menyaksikan langsung kedatangan mereka.

Pada nonton pertandingannya ga? Iya, nonton, entah itu live di GBK sana atau live via tv, yang penting nonton dah. Seru banget tau! Namun, bagi pedukung Indonesia XI wajarlah kalau agak kecewa. Pasalnya, Indonesia XI kalah 0-2 dari Liverpool FC!

Pertandingannya dimulai pukul 20.30 menurut jam gue. Di babak pertama ini, kedua tim langsung mengerahkan hampir semua pemain intinya. Empat pemain baru dari pihak Liverpool FC juga dikerahkan langsung saat kick off kemarin, yakni Simon Mignolet, Iago Aspas, Kolo Toure, juga Luis Alberto.

Di sepuluh menit pertama, awalnya belum Liverpool belum mendapatkan perlawanan yang berarti dari pihak Indonesia XI. Namun semua berubah saat negara api menyerang Coutinho berhasil melesakkan bola di gawang yang dijaga oleh Kurnia Meiga. Dengan gesitnya, Coutinho berhasil mengecoh empat pemain belakang Indonesia XI sebelum akhirnya ia mencetak gol!


Di babak pertama ini juga terjadi banyak kejadian-kejadian yang sempat mengguncangkan hati, jiwa, dan raga! (halaaah…) Seperti tendangannya Luis Alberto yang membentur mistar gawangnya Kurnia Meiga di menit ke-30, sama tendangannya Sergio Van Dijk yang tepat menuju sisi kanan gawang Liverpool, namun berhasil ditepis sama Mignolet, kipper Liverpool yang baru. Skor 0-1 untuk Liverpool bertahan sampe waktu turun minum.

Babak kedua dimulai pukul 21.36, menurut jam gue juga. Nah, di babak kedua ini kedua kubu udah mulai kerahin pemain-pemain cadangannya. Steven Gerrard sama Jose Enrique ditarik sama om Brendan Rodgers ke bangku cadangan dan digantiin oleh Joe Allen sama Jack Robinson. Oh iya, pemain Liverpool yang ada di bangku cadangan semuanya diisi sama pemain-pemain muda! Seperti Jordan Henderson, Fabio Borini, Raheem Sterling, Jon Flanagan, dan masih banyak lagi.

Di babak kedua ini, kedua tim udah saling ketat persaingannya di lapangan. Gak, gak, bukan berarti mereka maen sepak bola sambil make legging. Menit demi menit terjadi ketegangan antara kedua supporter. Pasalnya, kedua kubu saling menyerang satu sama lain, saling melesakkan bola beberapa kali ke gawang lawan dan hampir kebobolan. Yang paling mencengangkan, terjadi di menit ke-59, saat Kurnia Meiga, penjaga gawang Indonesia XI, berhasil menggagalkan tendangan jarak jauhnya Steven Gerrard! Woah! Keren juga ternyata Kurnia Meiga ini, hahah!

Banyak juga tendangan-tendangan yang dilesakkan oleh para pemain, baik pemain Indonesia XI maupun Liverpool FC, yang membentur gawang. Gawang Liverpool juga sempat beberapa kali terancam, seperti pada menit ke-56, dimana bola kerap kali menggelinding tepat di depan gawang Mignolet, namun dengan sigap para pemain belakang Liverpool mampu menahan serangan-serangan itu hingga akhirnya Glen Johnson inisiatif buat buang tuh bola, demi keselamatan gawang Liverpool. Fyuuhh~

Skor 0-1 untuk Liverpool bertahan hingga 10 menit sebelum pertandingan berakhir, lebih tepatnya di menit ke-87, dimana Raheem Sterling, bintang muda Liverpool musim kemarin berhasil mencetak gol kedua bagi Liverpool FC setelah menerima assist dari Oussama Assaidi, kalo ga salah, dengan mudahnya! Entah apa yang ada di pikirannya Kurnia Meiga kemarin itu. Kata beberapa orang sih, itu termasuk offside, tapi selama si hakim garis ga ngangkat bendera, berarti ga offside kan? *senyum kemenangan* Ya, skor bertambah bagi Liverpool FC 0-2! Dan skor tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir.


Di akhir laga juga, Steven Gerrard sebagai kapten dari LFC, menerima suatu trofi dari Standard Chartered, salah satu sponsor utama dari klub. Entah, itu trofi apa gue juga masih belom tau.


Jujur nih, pertama gue liat tuh match agak gimanaa gitu. Indonesia XI make jersey home-nya yang warna merah itu, sedangkan LFC make jersey third-nya yang terbaru itu, yang warnanya biru-biru itu. Gue bingung pertamanya, karena warna merah di mata gue itu udah jadi trademark-nya LFC, eh sekarang LFC make jerseynya yang lain. Tapi ya udah sih, kan tamunya LFC, jadi ya ngalah aja.

Di pertandingan itu juga banyak banget momen yang mengesankan! Di menit ke-23, para Liverpudlian, supporter LFC, pada standing applause sebagai penghormatan bagi Jamie Carragher, mantan pemain LFC yang memakai nomor punggung 23 ini baru saja memilih untuk gantung sepatu mulai musim ini. Komentator yang di studionya S*TV juga Liverpudlian kayaknya. Kenapa? Soalnya tiap komentarnya pasti muji-muji LFC gitu deh. Makin bangga gueh!

Ada juga momen yang ngecewain buat gue sih. Komentatornya waktu di lapangan sempet juga bandingin pemain-pemainnya LFC sama Suarez, lah. Penonton yang di stadionnya, yang mengatasnamakan Kopites, juga masih ada juga yang nyalain kembang api, lah. Yang sempet wawancara sama Gerrard sesaat setelah pertandingan berakhir juga salah ngucapin skor akhir, lah. Skor akhirnya 0-2, dia bilangnya 0-1. Ckckck. Sama beberapa pemain LFC yang ga ikutan, seperti Jose Reina sama Luis Suarez itu.

Gue yakin, sebagian besar Liverpudlian yang dateng ke GBK kemarin agak dilemma mau dukung LFC. Pasalnya, Liverpudlian di Indonesia dicap terbanyak di dunia, dan ini juga pertama kalinya LFC berkunjung ke Indonesia. Jadi ya, mereka bukan berarti ga dukung Indonesia, tapi mereka hanya ingin agar Liverpudlian Indonesia juga dicap sebagai Liverpudlian yang loyal ke LFC. Hasilnya, seperti kemarin itu! GBK dari setiap penjuru penuh dengan warna merah! Huaaaaa… Dengan begitu, LFC pasti akan berkunjung ke Indonesia lagi suatu saat nanti. *wink*

Doain aja lah, meski gue ga liat secara live di GBK kemarin, suatu saat pasti gue liat secara live di Anfield Stadium sana. Amiin…

Akhir kata, You’ll Never Walk Alone, dan SELAMAT BUAT PARA KOPITES YANG BISA NONTON LIVERPOOL FC SECARA LIVE DI GBK KEMARIN. KALIAN SUKSES BIKIN GUE ENVY BERAT!

Sources:
http://assets.lfcimages.com/uploads/page%20thumbnails/lfctour2013-jakarta-1000x600.jpg
http://www.youtube.com/watch?v=xT9i8xwisX0
http://www.youtube.com/watch?v=qrJrxOjy9AA
https://twitter.com/LFCFansCorner/status/358665747821654016/photo/1

Rabu, 03 Juli 2013

Sweet Seventeen? Sespesial Itukah?

Happy birthday to you! Happy birthday to you! Happy birthday, happy birthday... Happy birthday to you...

Eh, elu nyanyi gitu, ada yang ulang tahun emang?

Ada dong, gue.

Ah, masa? Emang elu pernah lahir?

*lempar kancut* -_-
Yap. Hari ini, tepat tujuh belas tahun yang lalu, gue dengan selamat terlahir di dunia nan indah ini berkat perjuangan mama gue yang amat sangat tulus.


Ngomong-ngomong tentang ulang tahun yang ke-17 nih, atau yang biasa disebut Sweet Seventeen sama anak-anak jaman sekarang, terutama yang cewek, apa sih yang ada di pikiran elo elo semua? Boneka beruang yang megang bentuk hatibertuliskan 'I Love You', coklat sekardus, atau malah ceplokan telur sama taburan tepung dari temen-temen?
Pastinya punya pikiran yang beda-beda dong, iya kan?

Sekarang, pernah ga kepikiran, kenapa sih para remaja sekarang pada nungguin Sweet Seventeen-nya? Emang yang spesial dari Sweet Seventeen itu apa?
Gue sih pernah, sering malahan. Sekarang, mau gue ulas nih tentang kespesialan dari Sweet Seventeen.

Yang paling umum adalah karena udah punya hak istimewa yaitu SIM dan KTP. Ya. Memang, kebanyakan remaja Indonesia sangat menunggu-nunggu kedatangan ulang tahunnya yang ke-17 karena dua hal itu. Dengan begitu, mereka bisa dikatakan sudah menjadi penduduk dan warga negara resmi Indonesia. Dengan memiliki KTP juga, mereka bisa dengan leluasa melakukan apapun yang mereka sangat ingin lakukan semenjak mereka beranjak dewasa, pastinya dengan melihat konteks mana yang baik dan mana yang buruk. Begitu juga dengan SIM. Jika udah punya SIM, kita juga bisa dengan leluasa mengendarai kendaraan bermotor kemanapun kita mau. Keren kan? Banget!
Dengan kata lain, kita sudah bisa melakukan banyak sekali hal tanpa menunggu persetujuan dari orang tua, tentunya tetap dengan melihat konteks mana yang baik dan mana yang buruk.

Namun, jika dilihat dari segi psikologis dan hukum di Indonesia, usia 17 tahun itu juga belum termasuk kategori dewasa. Menurut beberapa undang-undang, mereka yang berusia kurang dari 18 tahun itu disebut anak-anak. WHO juga menetapkan bahwa remaja adalah merka yang berusia mulai dari 11 tahun hingga 17 tahun. Jadi, intinya mereka yang berusia 17 tahun itu masih remaja dan belum bisa dikategorikan dalam dewasa.

Sekarang Riep, kenapa kok dinamain Sweet Seventeen? Kenapa bukan Sweet Eighteen, atau bahkan Sweet Twenty? Kan dalam usia itu, kita baru bisa disebut dengan dewasa, menurut ulasan lo barusan.

Kembali ke awal lagi ya. Mungkin, menurut gue, yang ditunggu-tunggu sama kebanyakan remaja Indonesia itu waktu dapet KTP sama SIM aja, bukan waktu menjadi dewasa, mengacu dengan kebiasaan remaja Indonesia yang memang tidak bisa untuk terus diam di rumah dan pingin buat keluar atau hang out bareng temen-temennya, gitu aja sih menurut gue.

Jadi, masih berpikiran kalo Sweet Seventeen itu sespesial 'itu'?

*entri ini dibuat untuk memperingati hari ulang tahun gue yang ke-17, yang jatuh tepat hari ini, hari Rabu, tanggal 3 Juli 2013*