Tampilkan postingan dengan label #Islamic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Islamic. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Agustus 2013

Angpau Lebaran dan Tradisinya

Minal Aidin 'wal-Faizin bagi semua yang baca blog gue. Gue atas nama pribadi mohon maaf lahir dan batin ya, jika ada entri gue yang pernah nyakitin perasaan kalian. Mulai dari nol lagi yaa :)

Udah H+7 lebaran nih. Ketinggalan sih, tapi ga apa-apalah, daripada blog gue minggu ini kosong kayak minggu kemaren, mending gue isi ini aja, hehe...

Bagi kalian penduduk Indonesia, udah ga asing lagi dong sama yang namanya angpau lebaran. Iya, angpau yang dibagi-bagiin waktu hari lebaran Idul Fitri. Sesuai sama judulnya, gue mau bahas tentang angpau lebaran sekalian sama tradisinya di Indonesia, tentunya dengan versi gue yang garing namun kress seperti biasanya.

Contoh angpau lebaran (sumber)
Sebenarnya, angpau ini lebih mengarah ke tradisi orang-orang Cina. Di Cina, angpau merupakan sejumlah uang yang dibungkus sama kertas merah atau amplop merah yang diberikan kepada orang-orang di saat tertentu. Kalo di Indonesia, angpau, khususnya angpau lebaran, juga sama sih. Sejumlah uang yang juga dibungkus sama kertas atau amplop, tapi warnanya aja yang beda. Mungkin dari situlah, tradisi memberi uang waktu lebaran di Indonesia juga disebut tradisi memberi angpau lebaran.

Kamis, 11 Juli 2013

Tanda-tanda Datangnya Bulan Suci Ramadan

Yeay, bulan Ramadan datang lagi! Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk menikmatinya lagi tahun ini :) *sujud syukur*


Source:  http://oumma.com/sites/default/files/imagecache/400xY/ramadan-2013_0.png 

Memasuki hari kedua nih, dan besok udah hari ketiga gue. Mungkin sebagian ada yang lebih awal, sebagian lagi ada yang ketinggalan sehari, atau mungkin sebagian lagi ada yang udah hari raya? Ikutan, dong! #plakk
Anyway, postingan ini seharusnya di-post kemarin pagi-pagi banget. Berhubung kemarin sibuk begete, jadi nge-post-nya baru sekarang deh, hehe.
Oke, langsung aja ya.

Siapa, sih, umat muslim yang ga nunggu-nunggu datangnya bulan Ramadan ini? Semuanya pasti, tapi ga semuanya juga bener-bener nunggu bulan puasa ini tiba. (lha, maksud loh?) *dilempar kancut sekodi*
Maksud gue, gini. Sebagian besar umat muslim nunggu bulan puasa dateng karena ga sabar pengen nambah banyak pahala, atau ga sabar pengen jalanin ibadah non-stop yang datang hanya sekali dalam setahun. Sedangkan sebagian lagi, cuma nunggu waltu-waltu dimana bisa dapat makanan gratis tiap malam hari, atau biasa disebut takjil, yang biasa dibagiin sama masjid-masjid besar.
Ngomong-ngomong soal nunggu bulan puasa nih, kita juga bisa lho tau kalo bulan puasa udah deket tanpa harus lihat kalender dulu.

Gimana tuh, Riep?

Gampang, banyak tanda-tandanya kok.

Iya, apa aja tanda-tandanya?

Ah, kepo lu ah! -_-
*dilempar kancut sekodi lagi*
Oke, banyak kok tanda-tandanya. Cekibrot!

  1. Jika kalian lagi di jalan, coba tengok kiri-kanan. Ada pohon cemara ga? Kalo ada, berarti kalian lagi naik-naik ke puncak gunung. Pasti banyak banget penjual petasan udah mulai mendirikan kios-kios mereka sendiri, yang penuh dengan petasan pastinya, sampe-sampe penjualnya ga keliatan.
    Source:  http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/pedagang_petasan_dan_kembang_api_100726153132.jpg 
  2. Coba tengok kiri-kanan lagi waktu dijalan. Pasti banyak juga spanduk-spanduk yang dipasang di pinggir jalan, yang intinya 'Marhaban Yaa Ramadan' gitu deh.
    Contoh spanduknya. Source:  http://adityasejati.com/wp-content/uploads/2011/07/Spanduk-Ramadhan-Annur-1432H.jpg
  3. Kalo lagi dengerin radio, pasti kalian juga banyak denger lagu-lagu bertemakan religi dari musisi-musisi yang ga asing di telinga.
    Cover albumnya Ungu yang rilis tahun 2007 silam ._.
    Source:  https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_gEfpDFAcwpHdOJSOo9vD2Z4h5ejWVlJ5dLOSSv1dYq0PTayQ6-ZPjMRoyx4s8skGZCKq11iTAaqBtWS8KzIJXUIQexuAeJTaNA2Jl-3ZAXGINA7T8htDyRsKNn_DDjMPn3Y4DlbobmXG/s1600/Para_Pencarimu.jpg
  4. Bagi yang suka dan rajin ke mal, nemuin banyak banget kios-kios yang ngasih aksen warna hijau sebagai hiasan, ada ketupat jumbo, sama pedagang alat-alat salat yang menjamur, kan? Pastinya.
    Ketupat raksasa dari coklat di Mall Pacific Palace, Jakarta, tahun 2011
    Source:  http://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/ketupat-raksasa-terbuat-dari-coklat-terpampang-di-mall-pacific-_110810172455-930.jpg
  5. Waktu nonton tv, banyak muncul iklan-iklan sinetron bertema religi sama acara-acara komedi yang tayangnya waktu sahur, kan?
  6. Waktu nonton tv juga, pada liat artis-artis pake pakaian yang tertutup, sama ga sedikit juga artis-artis yang terjun ke dunia perbanyolan.
  7. Dan, yang paling pasti kalau bulan puasa segera tiba, iklan sirup Mar**n udah ditayangin kembali! (ga perlu gambar, ya. Menghindari jika ada yang liat waktu puasa)
Yang terakhir itu tuh, yang bikin iman goyah waktu puasa ._.
Itu aja sih, menurut gue tanda-tanda kalo bulan puasa udah deket. Ada tambahan? Tambahin di komentar ya :D

Das ist. Danke! ^_^

Minggu, 30 Juni 2013

Liburan, Momen Tepat untuk Menambah Pahala


Sekarang tanggal 30 Juni, looh...

Terus, kalo tanggal 30 Juni, ngapain?

Ya, ga ngapa-ngapain sih, cuma ngingetin aja. Artinya kita yang pelajar, udah melewati minggu pertama liburan kenaikan kelas. *backsound orang tepuk tangan* #tarr
Artinya juga, liburan kita tinggal dua minggu lagi...

Terus, kalo liburannya tinggal dua minggu, ngapain?

Ya, ga ngapa-ngapain juga. Banyak nanya ah lo! *lempar kancut*
Punya planning kaga, di sisa liburan dua minggu itu? Hah, kaga? Ciann... #plakk

Oke, bercanda. Kita bisa nambah pahala, loh, di sisa liburan dua minggu itu, selain pahala yang kita dapat di seminggu akhir liburan, karena di minggu itu udah bulan Ramadhan, yang artinya kita harus puasa wajib. Udah ngerti kan?

Nambah pahalanya gimana tuh, Riep? Kasih tahu dong!

Tahu? Waah, adanya tempe, nih. Mau?

Itu beda lagi, karung goni! -_-

Oh, beda ya? Ya sutralah..

*lempar kancut balik* Buruan ah kasih tahu caranya!

Oke, maaf -_-
Caranya nambah pahala di sisa liburan gampang, kok. Selain melakukan ibadah-ibadah wajib seperti salat, kita juga bisa dapat pahala dengan membantu orang tua.

Hah, serius lo, Riep? Membantu orang tua dalam hal apa, Riep?

Iya, lah, serius! Membantu orang tua itu, kan juga termasuk berbakti pada orang tua. Ya dalam segala hal. Kan pernah tuh, bahkan mungkin sering, kita mengabaikan perintah orang tua di hari-hari biasa dengan banyak alasan. Yang capek abis sekolah atau kuliah, lah. Yang sibuk ngerjain PR sama tugas yang numpuk, lah. Yang belajar karena besoknya ada ulangan, tes, atau praktek, lah. Dan lain sebagainya, dan lain sebagainya.


Nah, dengan adanya liburan itu, kita kan jadi punya banyak waktu luang di rumah. Daripada nganggur ga jelas, mending kita bantu-bantu orang tua. Entah itu sekedar bantu bersih-bersih, masak, ngurusin hewan ternak (kalau punya), atau yang lain.
Selain itu, berbakti pada orang tua juga punya banyak pentingnya, antara lain:

  1. Allah SWT menyebutkan bahwa kita harus beribadah kepada-Nya dan juga berbuat baik kepada orang tua, meskipun orang tua tersebut kafir sekalipun, sesuai dengan makna dari Q.S. Al-Isra' ayat 23 dan Q.S. Luqman ayat 15.
  2. Berbakti kepada kedua orang tua juga termasuk jihad, loh, sesuai dengan Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim.
  3. Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk surga, karena orang tua merupakan 'pintu pertengahan' Hadits Riwayat Muslim, Hadits Riwayat At-Tirmidzi, dan Hadits Riwayat Al-Albani.
  4. Keridhaan Allah SWT juga berada di kedua tangan kedua orang tua.
  5. Berbakti kedua orang tua juga dapat membantu kita untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT, terutama berbakti kepada ibu.

Waaaahh, banyak yak, Riep, pentingnya berbakti kepada orang tua.

Iya, lah, banyak. Baru tahu, ya? Sama. #jduak!!
Oh, iya. Berbakti kepada kedua orang tua itu lebih dari sekedar berbuat baik kepada orang tua. Berbakti pada orang tua hanya dapat direalisasikan dalam tiga hal. Pertama, menaati segala perintah orang tua, kecial dalam kemaksiatan. Kedua, menjaga amanah yang dititipkan atau diberikan kedua orang tua kepada kita. Dan yang ketiga, membantu atau menolong orang tua jika mereka membutuhkan. Nah, yang ketiga ini menurut gue sih kaga perlu nunggu mereka butuh bantuan, tetapi di setiap kesempatan, untuk meringankan pekerjaan mereka juga.

Oke semua? Bisa dimengerti? Udah dilakukan juga? Hah, belum? Buruan, gih, selagi ada waktu.


Sumber gambar: